Kamis, 18 Maret 2010

Bantu Anak Jalanan

Kita merasakan belajar di sekolah dari jenjang yang paling dasar menuju jenjang yang lebih tinggi, bermain dengan sahabat-sahabat, membaca buku kesukaan, bermain video game, jalan-jalan di mall sekedar untuk cuci mata ataupun membeli barang-barang yang kita sukai, atau apapun itu yang dapat menyanangkan kita. Di satu sisi terdapat anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan semua itu ataupun merasakan kesenangan yang kita lakukan sebagai orang yang beruntung di negeri ini, mereka adalah anak jalanan.

Semuanya itu mereka lakukan hanya semata-mata untuk membantu orang tua mereka yang mengalami kemiskinan, hidup mereka di rengut oleh jalanan yang begitu kejam, takdir mengantarkan mereka menjadi penjual koran, tukang semir, penjual air minuman di perempatan lampu merah. Dimana-mana sering kita mendengar, anak-anak jalanan di bawah umur menjadi korban sodomi, pelecehan seksual oleh senior-senior mereka di jalanan., menjadi copet sudah menjadi tuntutan hidup mereka yang tidak bisa kita salahkan kepada mereka. Ini semua menjadi tuntukan hidup yang berat dan tak bisa di pungkiri mereka. Seandainya saja mereka merasakan apa yang kira rasakan saat ini, mungkin hal itu semua tidak akan terjadi pada diri mereka.

Apakah ini salah pemerintah ? Apakah ini salah Tuhan yang kita sembah untuk membiarkan mereka lahir kedunia untuk di tempatkan menjadi anak jalan ? ataukah salah nasib mereka sendiri ?

Menurut wikipedia pengertian dari anak jalanan dapat di bagi menjadi 2 :

1. Children of the streetadalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.

2. Children in the streetatau children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

Apapun sebutan untuk mereka, mereka tetaplah manusia yang mempunyai sebuah cita-cinta yang besar untuk diri mereka sendiri dan untuk negeri tercintanya.

Hidup merupakan roda yang berputar, terkadang kita menjadi orang yang dapat memiliki segalanya, dan dalam sekejap pula semua itu dapat di ambil dari kita tampa berbekas sedikitpun. ini adalah rencana Tuhan yang telah mengatur roda kehidupan manusia. Tuhan menciptakan orang kaya dan menciptakan orang yang kurang beruntung, agar kita sebagai manusia dapat selalu mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita dengan selalu melihat kebawah, melihat teman-teman kita yang kurang beruntung. untuk dapat membantu mereka, apapun caranya agar mereka dapat sekedar merasakan apa yang telah kita rasakan.

Uluran tangan dan bantuan dari kita sangat berarti besar bagi mereka. Mereka juga mempunyai cita-cita untuk sekolah, untuk bermain, membaca buku, memakan makanan yang bergizi bagi tubuh mereka. Mereka selalu bermimpi untuk menjadi diri kita MENJADI ORANG YANG BEGITU BERUNTUNG DI DUNIA INI.Mereka mempunyai mimpi seperti kita, mimpi yang besar.. begitu besar......

Jangan biarkan mereka kelak menjadi senior diantar anak-anak kurang beruntung lainya yang akan lahir di tengah dunia, didunia jalanan....

Kita tidak perlu mempersalahkan siapa pun, yang lambat untuk membantu mereka. Tapi mulailah dari diri sendiri, bantulah mereka sesuai dengan kemampuan kita, karena semua itu sangat berarti buat mereka..

Kita merasakan belajar di sekolah dari jenjang yang paling dasar menuju jenjang yang lebih tinggi, bermain dengan sahabat-sahabat, membaca buku kesukaan, bermain video game, jalan-jalan di mall sekedar untuk cuci mata ataupun membeli barang-barang yang kita sukai, atau apapun itu yang dapat menyanangkan kita. Di satu sisi terdapat anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan semua itu ataupun merasakan kesenangan yang kita lakukan sebagai orang yang beruntung di negeri ini, mereka adalah anak jalanan.

Semuanya itu mereka lakukan hanya semata-mata untuk membantu orang tua mereka yang mengalami kemiskinan, hidup mereka di rengut oleh jalanan yang begitu kejam, takdir mengantarkan mereka menjadi penjual koran, tukang semir, penjual air minuman di perempatan lampu merah. Dimana-mana sering kita mendengar, anak-anak jalanan di bawah umur menjadi korban sodomi, pelecehan seksual oleh senior-senior mereka di jalanan., menjadi copet sudah menjadi tuntutan hidup mereka yang tidak bisa kita salahkan kepada mereka. Ini semua menjadi tuntukan hidup yang berat dan tak bisa di pungkiri mereka. Seandainya saja mereka merasakan apa yang kira rasakan saat ini, mungkin hal itu semua tidak akan terjadi pada diri mereka.

Apakah ini salah pemerintah ? Apakah ini salah Tuhan yang kita sembah untuk membiarkan mereka lahir kedunia untuk di tempatkan menjadi anak jalan ? ataukah salah nasib mereka sendiri ?

Menurut wikipedia pengertian dari anak jalanan dapat di bagi menjadi 2 :

1. Children of the streetadalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.

2. Children in the streetatau children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

Apapun sebutan untuk mereka, mereka tetaplah manusia yang mempunyai sebuah cita-cinta yang besar untuk diri mereka sendiri dan untuk negeri tercintanya.

Hidup merupakan roda yang berputar, terkadang kita menjadi orang yang dapat memiliki segalanya, dan dalam sekejap pula semua itu dapat di ambil dari kita tampa berbekas sedikitpun. ini adalah rencana Tuhan yang telah mengatur roda kehidupan manusia. Tuhan menciptakan orang kaya dan menciptakan orang yang kurang beruntung, agar kita sebagai manusia dapat selalu mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita dengan selalu melihat kebawah, melihat teman-teman kita yang kurang beruntung. untuk dapat membantu mereka, apapun caranya agar mereka dapat sekedar merasakan apa yang telah kita rasakan.

Uluran tangan dan bantuan dari kita sangat berarti besar bagi mereka. Mereka juga mempunyai cita-cita untuk sekolah, untuk bermain, membaca buku, memakan makanan yang bergizi bagi tubuh mereka. Mereka selalu bermimpi untuk menjadi diri kita MENJADI ORANG YANG BEGITU BERUNTUNG DI DUNIA INI.Mereka mempunyai mimpi seperti kita, mimpi yang besar.. begitu besar......

Jangan biarkan mereka kelak menjadi senior diantar anak-anak kurang beruntung lainya yang akan lahir di tengah dunia, didunia jalanan....

Kita tidak perlu mempersalahkan siapa pun, yang lambat untuk membantu mereka. Tapi mulailah dari diri sendiri, bantulah mereka sesuai dengan kemampuan kita, karena semua itu sangat berarti buat mereka..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar